untuk seorang wanita yang jasanya tak terhitung dan selalu tersimpan di hidup saya. yang akan selalu hidup di ingatan saya entah seberapapun lama waktunya. untuk seorang wanita terhebat yang pernah saya temui. untuk wanita yang selalu saya jadikan acuan dalam menjalani kehidupan. untuk wanita yang paling paling paliiiiiing saya cintai, paliiiiing saya sayangi. untuk wanita dengan dekapan paling hangat yang mampu menenangkan, senyuman paling ikhlas yang mampu menguatkan. untukmu ibuk ππ
Kaki ini tak kuat lagi
Tersayat perih sekali
Tertatih
Tak mampu berlari
Kulewati setapak jalan rimba
Ditemani binatang jinak bertanduk
Belukar menyayat kulit ari
Perihnya mulai membuat sadar
Ditemani binatang jinak bertanduk
Belukar menyayat kulit ari
Perihnya mulai membuat sadar
Di ujung jalan sana..
Tangisan telah menyapaku
Kepedihan siap menyatu di ragaku
Kuncup kembang telah hilang di perjalanan
Terhipnotis fatamorgana
dunia
Kuludahi surgaku sendiri
Sesal terpatri abadi di hatiku
Bunda, ananda benar-benar mohon
ampun
Tergores luka dalam jiwa
Terdetak duka dalam dada
Andai waktu bisa terulang
Takkan ada orang di balik kafan
Takkan ada orang di balik kafan
Saya bikin puisi ini bukan ngedo'ain bunda supaya cepet mati. BUKAN!!! Tapi saya ngebayangin, seandainya aja bunda nggak ada.. pastilah yang saya rasain seperti itu!! Gituu. Jangan pada mikir aneh-aneh ya!!!


0 komentar:
Posting Komentar
komentarnya dong :)